Google+ Followers

Tuesday, November 27, 2012

Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan


REPOST dari blog lama :-)

pagi-pagi mellow sambil memandang foto gw bersama suami yang ada di meja kerja gw ... Mata kemudian melirik foto anak gw, Nadine ... putri tersayang yang membuat gw selalu bangga menjadi mama dan belajar mencintai, bertoleransi dan memaafkan (semoga selalu bisa memaafkan). Ampuuuun, efek baca dan review buku kumpulan cerpen Kahitna jadi begini deh. Sedikit kembali ke masa lalu, tapi tetap berusaha kembali ke dunia riil. Ada beberapa cerita yang membuat gw sedikit menghela nafas atau membuat gw tersenyum dan bahkan diam merenung. Seperti cerita "Permaisuriku" (yang jadi pilihan cerpen utama di review gw), cerita tentang sahabat tapi saling jatuh cinta. Beruntunlah Jingga dan Rendra sempat saling jujur ... gw ? Gw menikahi sahabat gw :-) tapi ... ahhh tak usah diteruskan, toh semua masa lalu.

Ada juga cerita tentang "Merenda Kasih" yang memgingatkan gw pada pesan seorang teman sebelum gw menerima lamaran. Memang ... ketika kita sedang kasmaran, rasanya seperti buta dan tuli saja logika kita. Emosi terus bermain hingga gw menikah. Tidak sebeuruk cerita di cerpen siii, tapi memang benar bahwa pernikahan itu harus dipikirkan masak-masak dengan logika dengan bumbu emosi (yang sebaiknya ngga dominan). Semoga Nadine saat akan menikah nanti mendengarkan nasehat mama n papanya.

Hmmm masih tentang buku cerpennya Kahitnya yang luar biasa membius ini yaaa ... gw suka dengan cerpen "Suami Terbaik". Love It so Much .... meski gw ngga yakin itu bisa terjadi di dunia riil. Diceritakan, seorang suami yang ditinggal istrinya untuk selama-lamanya (meninggal). Suami ini hidup bersama anaknya, dan selama itu juga si suami setia, tak mampu jatuh cinta meski sudah mendapat restu dari keluarga, dan selalu teringat akan si istri. I wish ... suami gw sampai kapan pun tak sanggup mendua, baik saat gw masih hidup atau kala umur sudah berhenti.

Ahhh semua ini hanya efek dari review buku :-) Mari kembali ke dunia riil dan siap-siap meeting program, mari sudahi semua kenanangan ini, maju dengan apa yang kita punya, setia dan bertanggung jawab dengan pilihan hidup kita.

---- ini sedikit review buku "Diantara Kebahagian, Cinta dan Perselingkuhan" yang terisipirasi dari judul lagu-lagu Kahitna (tayang di 89.6 FM I Radio Jakarta, Sabtu 6 Agustus 2011, jam 18.15 WIB, INFO JALAN-JALAN) ----

“Biarlah malu ini kutekan. Duduklah di sini, si singgasana cinta ku … “ Dua baris kalimat ini menjadi pembuka sebuah cerpen berjudul Permaisuriku // Dikisahkan Jingga dan Rendra yang menjalin persahabatan begitu rekat // Tiga tahun persahabatan mereka terbentuk / dan sepanjang itu pula Jingga semakin mengenal pribadi Rendra // Rendra adalah pria yang baik / tapi selalu kehilangan cinta // Sementara Jingga / selalu ada untuk mendengar semua cerita dan perjalanan cinta Rendra // Tidak hanya menjadi pendengar untuk sahabatnya ini / Jingga pun bak orang di balik layar / yang mengetahui benar kepribadian Rendra / mulai dari pembawaannya yang riang / kegemarannya mentraktir / bahkan membantu Rendra memilihkan hadiah yang tepat untuk kekasihnya // Semua kenangan itu selalu bermain di benak Jingga // Ia bahkan bisa mengulang dan mengingat semua kenangan indah bersama sahabatnya itu // Adakah cinta ? // Jingga tak mau memberi kesempatan untuk memikirkannya / ketika ia melihat bagaimana sahabatnya justru semakin tenggelam dalam kisah-kisah cintanya // Bagaimana dengan Rendra ? // Tibalah di suatu masa / kala ia merasa seperti terbentur tembok / dan tersadar … mengapa selama ini ia mencari cinta jauh dari hadapan dirinya / ketika sebenarnya dan seorang perempuan manis dan baik harti / yang sesungguhnya paham akan dirinya // Jingga / dialah sahabat dan cinta Rendra // Biarlah malu ini kutekan … biarlah kebodohanku selama ini ku tekan … dengan mengucap cintaku pada Jingga // 

Itulah sepenggal cerita “Permaisuriku” yang diambil dari buku 25 cerpen Kahitna “Di Antara Kebahagian, Cinta dan Perselingkuhan” // Cerpen itu adalah curahan hati Carlo Saba yang disempurnakan oleh salah satu penulis buku ini Kunto Wibisono // Entah itu cerita nyata Carlo Saba atau sekedar cerita temannya / yang jelas kisah ini dekat dengan kita bukan ? // Siapa yang menampik pernah jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri // Itulah Kahitna / ngga di lirik lagu / ngga di ide cerpen / semuanya begitu menyentuh hati / terutama perempuan // Meski gaya bahasa di beberapa cerpen terasa bukan seperti Kahitna yang bercerita / tapi secara benang merah / semuanya bisa membuat pembacanya tersenyum simpul, merenung dan bahkan menangis // Kenapa saya bilang begitu ? // Karena memang buku ini sangat riil // Sebut saja cerpen Suami Terbaik yang terinspirasi cerita Yovie Widianto // Cerpen ini bercerita tentang kesetiaan suami yang sudah ditinggal istrinya untuk selamanya // Atau cerpen Ngga Ngerti yang juga terinsiprasi dari Yovie Widianto // Cerpen ini bercerita tentang kekasih lama yang memyimpan cinta / bahkan ketika sang lelaki sudah menyerah untuk memperjuangkan cinta / hanya karena melihat perbedaan yang ada // Benar-benar jempol dua untuk Kahitna, Berlian Entertaiment dan PT Gramedia Pustaka Utama yang sudah menghadilkan buku ini // Mau belajar tentang cinta / atau sekedar mengenang cerita cinta anda ? / buku “Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan” bisa jadi pilihan anda // Tidak hanya cerita dari para personil Kahitna / cepen-cerpen di buku ini juga memuat ide dan kisah teman-teman terdekat Kahitna / seperti Indra Brasco dan Monaratuliu / Tia Ivanka / dan Ersa Mayori //

No comments:

Post a Comment